Sabtu, 13 Juni 2020

RESIKO SISTEM INFORMASI

1. Ancaman Keamanan Sistem Informasi

    Keamanan dalam sistem informasi mn faktor yang penting keberadaannya dalam mengoperasikan sistem informasi itu sendiri. Bagaimana tidak banyak ancaman-ancaman yang terjadi pada sistem informasi yang akan merugikan banyak pihak, baik individu, masyarakat, dan lain sebagainya. Oleh karena itu untuk mencegah ancaman-ancaman terhadap sistem informasi yaitu perlu adanya keamanan yang sangat canggih agar dapat mendeteksi atau membenarkan dari sebagian sistem yang rusak akibat gangguan pada sistem informasi.

Ancaman terhadap sistem informasi sendiri terbagi menjadi dua bagian yaitu : 
  1. Ancaman aktif merupakan suatu kejahatan yang terjadi pada komputer dan suatu kecurangan berupa pencurian data. 
  2. Ancaman pasif merupakan kegagalam sistem itu sendiri atau kesalahan manusia dalam memproses sistem, atau karena adanya bencana alam yang terjadi yang mengakibatkan ancaman bagi sistem itu sendiri.
Selain itu ada beberapa ancaman yang terjadi pada sistem informasi yaitu penyalahgunaan teknologi berupaka kejahatan kriminal yaitu : 
  1. Kejahatan yang dilakukan dengan menyusup kedalam sistem jaringan komputer tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer. Contohnya : seorang pelaku kejahatan atau hacker melakukan sabotase terhadap informasi yang sangat penting atau mencuri informasi yang sangat penting dan rahasia. 
  2. Kejahatan dengan memasukkan data atau berupa informasi ke jaringan internet tentang sesuatu yang tidak benar dan melanggar ketentuan hukum. Contohnya pemuatan berita atau informasi yang tidak benar seperti memuat video pornografi, memuat informasi yang sangat rahasia seperti rahasi negara, dll.
  3. Kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan pada dokumen melalu internet. 
  4. Kejahatan dengan memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan mata-mata terhadap pihak yang menjadi sasaran, dengan memasuki sistem jaringan komputer pihak yang menjadi sasarannya. 
  5. Kejahatan yang dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau pengahncuran terhadap data atau sistem jaringan komputer. Misalnya menyusupkan virus komputer dimana data yang terkena virus tidak dapat digunakan lagi. 
  6. Kejahatan yang ditujuakan terhadap kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di Internet. 
  7. Kejahatan yang ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data seseorang yang tersimpan pada komputer, dimana jika ada yang mengetahui data tersebut maka dapat merugikan korban. Misalnya nomor pin ATM. Pasword, dan lain-lain. 

2. Solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi Ancaman Kegagalan Project

    Setiap proyek memiliki risikonya masing-masing, termasuk risiko untuk gagal. Oleh karena itu, manajer proyek harus berani mengambil tindakan penyelamatan ketika proyek keluar dari jalur sebelum sampai di ujung kegagalan. Tidak mudah tentunya, tetapi bukan juga berarti tidak mungkin. Berbekal pengalaman dan kemampuannya, seorang proyek manajer pasti bisa mengatasi masalah apapun kondisinya, dasarnya yaitu mengaplikasikan langkah-langkah yang tepat berikut ini.
    Pertama dan terpenting adalah memperhatikan tanda-tanda bahwa kemungkinan ada masalah di proyek Anda. Dikutip dari Cio, setidaknya ada 3 tanda vital yang mengindikasikan bahwa proyek Anda bermasalah. Pertama, meningkatnya kesenjangan komunikasi. Antisipasinya, jaga komunikasi dengan semua stakeholders, sehingga memungkinkan Anda untuk berbicara tentang semua masalah yang ada sebelum masalah tersebut menggagalkan proyek Anda. Kedua, konflik yang meningkat. Kesenjangan komunikasi dapat memicu konflik. Manajer proyek perlu menjaga tim selalu terbuka untuk terhindar dari konflik-konflik yang seharusnya tidak perlu. Ketiga, buy-in poyek menurun. Ketika anggota tim dan stakeholders kehilangan minat atau kepercayaan terhadap suatu proyek, maka buy in akan berkurang. Pada tahap ini, libatkan para pemangku kepentingan dan anggota tim dalam dialog untuk mengetahui sumber masalahnya.
    Langkah selanjutnya yang harus kita ambil yaitu membuat daftar prioritas masalah yang harus segera kita atasi. Kita harus memeriksa kembali ruang lingkup dan tujuan proyek kita. Setelah identifikasi selesai dilakukan, kita akan tahu mana kegiatan yang relevan dan mana yang tidak relevan dengan tujuan kita dan segera melakukan tindakan yang perlu untuk menghilangkan semua aktivitas yang berdampak negatif pada proyek.
    Untuk selamat dari kegagalan Anda diharuskan bergerak cepat dan komprehensif. Segera tetapkan sumber daya atau tim yang akan bertanggungjawab menyelaraskan kembali laju proyek tepat setelah masalah teridentifikasi. Kemudian setelah masalah teratasi, maka adalah penting untuk melihat kembali daftar prioritas proyek untuk memastikan bahwa semua masalah yang ada dalam daftar tersebut telah benar-benar tuntas terselesaikan dan pastikan area lain tidak ikut terdampak oleh tindakan korektif yang telah diambil.

3. Bertanggung jawab Keamanan Sistem Informasi

    Setiap organisasi akan selalu memiliki pedoman bagi karyawannya untuk mencapai sasarannya. Setiap karyawan tidak dapat bertindak semaunya sendiri dan tidak berdisiplin dalam melaksanakan tugasnya. Setiap organisasi akan selalu memiliki pedoman bagi karyawannya untuk mencapai sasarannya. Setiap karyawan tidak dapat bertindak semaunya sendiri dan tidak berdisiplin dalam melaksanakan tugasnya. Kebijakan keamanan sistem informasi biasanya disusun oleh pimpinan operasi beserta pimpinan ICT (Information Communication Technology) dengan pengarahan dari pimpinan organisasi. 
    Keamanan sistem informasi merupakan urusan dan tanggung jawab semua karyawan Karyawan diwajibkan untuk memiliki “melek” keamanan informasi. Mereka harus mengetahui dan dapat membayangkan dampak apabila peraturan keamanan sistem informasi diabaikan. Semua manajer bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan kepada semua bawahannya mengenai pengamanan yang dilakukan di perusahaan dan meyakinkan bahwa mereka mengetahui dan memahami semua peraturan yang diterapkan di perusahaan dan bagiannya.
  

Selasa, 02 Juni 2020

E-COMMERCE DAN E-GOVERNMENT

E-COMMERCE
      E-Commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang akan menyangkut konsumen, manufaktur, service provider dan pedagang perantara dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer yaitu internet.

E-GOVERNMENT
     E-Government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal yang berkenaan dengan pemerintah. E-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efesiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis. Model penyampaian yang utama adalah Government-to-Citizen atau Government to Customer (G2C), Goverment-to-Business (G2B) serta Government-to-Government (G2G). Keuntungan yang paling diharapkan dari e-Government adalah peningkatan efesien, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan


1. Manakah yang lenih kalian kenali ? E-Commerce atau E-Government ?
      Saya lebih mengenal E-Commerce dibandingkan dengan E-Government karena E-Commerce lebih sering jumpai seperti di aplikasi Shoppe, Bukalapak. Dimana aplikasi ini merupakan kegiatan perdagangan secara online yang dimana anda bisa berjualan atau membeli barang melalui shopee atau bukalapak ini.

2. Bagaimana cara  agar masyarakat dapat mengetahui dan mengenal E-Government ?
    Cara agar masyarakat untuk mengenal E-Government yaitu dengan membuat iklan-iklan yang menarik agar masyarakat bisa tertarik dengan dan lebih mengenal apa itu E-Government. Tapi, bagaimana dengan masyarakat awam atau yang tidak bisa dalam mengakses internet yaitu dengan cara pemerintah memberikan penyuluhan kepada setiap masyrakat melalui perantara yang dapat memberikan informasi tentang apa itu E-Government

Senin, 01 Juni 2020

Pengembangan Sistem Informasi

A. Pengertian Pengembangan Sistem Informasi
    Pengembangan sistem informasi adalah penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada

B. Langkah-langkah pengembangan sistem informasi secara tradisional (SDLC)
         SLDC terdiri dari beberapa tahapan-tahapan berdasarkan kebutuhan yang ada. Dimulai dari analisa kebutuhan tersebut untuk mempermudah dalam pengerjaannya. Kemudian segala kebutuhan tersebut diimplementasikan dengan dua tahap yaitu tahap analisa dan tahap evaluasi (User Acceptance). Setelah melakukan implementasi, maka proses tersebut akan dikembalikan kedalam tahap desain untuk pengembangan kembali perangkat lunak ke versi yang terbaru

Tahapan utama siklus hidup Pengembangan Sistem Informasi terdiri dari :
  1. Perencanaan Sistem (System Planning)
  2. Analisis Sistem (System Analysis)
  3. Perancangan Sistem (System Design) Secara umum
  4. Seleksi Sistem (System Selection)
  5. Implementasi dan Pemeliharaan Sistem (System Inplementation & Maintenance)

1. Perencanaan Sistem (System Planning)
       Perencanaan sistem menyangkut estimasi dari kebutuhan-kebutuhan fisik, tenaga kerja dan dana yang dibutuhkan mendukung pengembangan sistem ini serta untuk mendukung operasinya setelah diterapkan.
Perencanaan sistem terdiri dari :
  • Perencanaan jangka pendek meliputi periode 1 s.d 2 tahun
  • Perencanaan sistem biasanya ditanggapi oleh staff perencanaan sistem bila tidak ada dapat juga dilakukan oleh departemen sistem.
  • Proses perencanaan sistem dapat dikelompokkan dlam 3 proses yaitu : Merencanakan proyek-proyek sistem yang dilakukan oleh staf perencanaan, menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan dan dilakukan oleh komite pengarah, dan mendefinisikan proyek-proyek sistem dikembangkan dan dilakukan oleh analis sistem.
Adapun tahapan dari proses perancanaan sistem untuk ketiga bagian ini adalah :
1) Merencanakan proyek-proyek sistem
  • Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan
  • mengidentifikasi proyek-proyek sistem
  • menetapkan sasaran proyek-proyek sistem
  • menetapkan kendala proyek-proyek sistem
  • menentukan proyek-proyek sistem prioritas
  • membuat laporan perencanaan sistem
  • meminta persetujun manajemen
2) Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan
  • menunjukan team analis
  • mengumumkan proyek pengembangan sistem
3) Mendefinisikan proyek-proyek yang dikembangkan
  • melakukan studi kelayakan
  • menilai kelayakan proyek sistem
  • membuat usulan proyek sistem
  • membuat persetujuan manajemen

2. Analisis Sistem
       Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan. Tahap analisis merupakan tahap kritis dan sangat penting, karena kesalahan didalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya

3. Perancangan Sistem
        Setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan, maka analis sistem telah mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang jarus dikerjakan Tiba waktunya sekarang bagi analisis sistem untuk memikirkan bagaimana membentuk sistem tersebut Tahap ini disebut dengan Perancangan Sistem
Perancangan sistem daoat dibagi menjadi 2 yaitu :
  • Perancangan sistem umum / perancangan konseptual, perancangan relogika / perancangan secara makro.
  • Perancangan sistem terinci / perancangan sistem secara phisik.

4. Seleksi Sistem
       Tahap seleksi sistem merupakan tahap untuk memilih perangkat keras dan perangkat lunak untuk sistem informasi Tugas ini pengetahuan yang cukup bagi yang melaksanakannya supaya dapat memenuhi kebutuhan rancang - bangun yang telah dilakukan. pengetahuan yang dibutuhkan oleh pemilih sistem diantaranya adalah pengetahuan tentang siapa-siapa yang menyediakan teknologi ini, cara pemilikannya dsb. Pemilih sistem juga harus paham dengan teknik-teknik evaluasi untuk menyeleksi sistem.
Langkah-langkah menyeleksi dan memilih sistem.
  • memiliki penyedia teknologi
  • meminta proposal daro penjual
  • menyaring penjual
  • mengevaluasi penjual yang lolos saringan

5. Implementasi dan Pemeliharaan Sistem
       Setelah dianalisis dan dirancangan secara rinci dan teknologi tellah diseleksi dan dipilih. Tiba saatnya, sistem untuk diimplementasikan. Tahap implementasi sistem merupakan tahap meletakan sistem supaya siap untuk dioperasikan. Tahap ini termasuk juga kegiatan menulis kode program jika tidak digunakan paket perangkat lunak aplikasi.
Tahap implementasi sistem terdiri dari berikut ini :
  • menerapkan rencana implementasi
  • melakukan kegiatan implementasi
  • tindak lanjut implementasi

C. Metodologi Pengembangan Sistem Informasi
       Metodologi pengembangan sistem adalah suatu proses pengembangan sistem yang formal dan presis yanng mendeffinisikan serangkaian aktivitas, metode, best practices dan tools yang terautomasi bagi para pengembangan dan manager proyek dalam rangka mengembangakan dan merawat sebagai keseluruhan sistem informasi atau software.

Macam - macam Metodologi Pengembangan Sistem
1. Metode End-user Development
       Disini pengembangan dilakukan langsung oleh end-user. Keterlibatan langsung end-user sangat menguntungkan, karena memahami benar bagaimana sistem bekerja. Artinya tahap analisis sistem dapat dilakukan lebih cepat. kelemahan adalah pada pengendali mutu dan kecenderungan tumbuhnya ''private" sistem informasi. Integrasi dengan sistem yang lain menjadi sulit.

2. Metode Prototyping
         Metode Prototyping adalah proses iterative dalam pengembangan sistem dimana requirement diubah kedalam sistem bekerja (working system) yang secara terus menerus ddiperbaiki melalui kerjasama antar user dan analis. Prototipe juga bisa dibangun melalui beberapa tool pengembangan untuk menyederhanakan proses. 

Minggu, 09 Februari 2020

Sistem Informasi dan Teknologi

A. Definisi sistem
       System adalah kumpulan elemen - elemen atau unsur yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan Bersama untuk mencapai satu Tujuan.

B. Definisi system informasi
     kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat
                                                                  Gambar 1.1

Fungsi Teknologi - teknologi informasi memungkinkan manusia untuk :

1. Mencatat (record)
Fungsi teknologi informasi ini berfungsi dalam proses penyusunan record yang di tampilkan pada layar monitor contohnya amazon menggunakan cookies internet untuk menangkap data tentang pembelian pelanggan melalui situs web mereka. Jadi dalam hal ini, mereka menggunakan data ini untuk menyarankan item ke pengguna yang berkaitan dengan pesanan mereka sebelumnya melalui situs web mereka

2. Menyimpan (store)
Fungsi teknologi informasi ini menyimpan data dan informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Contohnya flashdisk, hardisk, disket, CD dan juga media penyimpanan lainnya.

3. Mengolah (process)
Fungsi teknologi informasi ini memungkinkan kita untuk melakukan pemrosesan baik itu mengubah, menganalisis, menghitung, maupun mengumpulkan semua data yang ada. Contohnya menerima input dari keyboard, scanner, mic dan sebagainya

4. Mengambil kembali (retrieve)
Fungsi teknologi informasi ini mencari, menelusuri, dan mendapatkan kembali informasi atau menyalin data dan informasi yang sudah tersimpan, misalnya mencari supplier yang sudah lunas dan sebagainya.

5. Mengirim (transmit)
Fungsi teknologi informasi ini mengirim data dan informasi dari suatu lokasi lain melalui jaringan. Contohnya adalah internet, dengan internet kita dapat mengirim data lewat email, chat, dan lain-lain.

6. Menerima (receive)
Fungsi teknologi informasi ini menghasilkan atau mengorganisasikan informasi ke dalam bentuk yang berguna. Contohnya data yang awalnya berbentuk deretan angka dapat di generate menjadi tabel atau grafik yang mudah diambil kesimpulan.

C. Data dan Informasi
    Data adalah sekumpulan fenomena alam (dalam bentuk angka, kata, gambar atau bentuk lain) termaksuk didalamnya hasil dari pengalaman, harus bersifat fakta, observasi dan penelitian.
    Raw data atau data mentah (dalam istilah komputasi) angka, karakter, gambar atau bentuk lain yang digunakan untuk mengkonversikan kuantitas fisik ke dalam simbol dalam pengertian yang luas.
Informasi adalah data yang terstruktur hasil olahan dan informasi harus bersifat aktual.

D. Teknologi Informasi
pengetahuan ilmiah gelombang suara dapat diubah menjadi sinyal listrik dan sebaliknya.
hasil teknologi teknologi : telepon
                                                                    Gambar 1.2

pengetahuan ilmiah : sistem elektronik, sistem pembakaran, sistem pengemudian, sistem pengereman, sistem roda, sistem suspensi, sistem transmisi.
hasil teknologi : mobil modern
                                                               Gambar 1.3

Komponen Teknologi Informasi

1. Hardware
Hardware ini adalah perangkat komputer yang digunakan oleh seorang operator atau brainware. hardware terdiri dari:
• Processor
• Memory card
• Peripheral (input dan output device)
• Kabel data

2. Software
Software adalah media yang menjembatani antara hardware dan brainware (operator). Software ini dapat membantu mengoptimalkan fungsi harware dengan menerjemahkan berbagai instruksi yang diberikan oleh operator.

3. Firmware
Ini merupkan media tempat penyimpanan yang permanen. Fungsinya adalah sebagai tempat untuk menyimpan berbagai data yang ada di sebuah komputer.

4. Brainware
Brainware adalah komponen paling penting dari teknologi informasi. Tanpa adanya Brainware maka komputer kita tidak akan bisa beroperasi karena sebenarnya fungsi komputer itu adalah alat penunjang kebutuhan seorang user.

5. Inforware
Ini adalah suatu dokumentasi dari sebuah informasi atau data.

E. Sumber Informasi
- pustaka (ilmiah, seni - ilmiah, populer)
- media massa (cetak, radio, Tv)
- lisan (wawacara, telpon)
- tulisan (surat, fax, chatingan)




Sky Wifi SmartPen - Pena Digital Dengan Koneksi Wifi



    Perusahaan yang berbasis di Oakland, California, membuat sebuah pena digital yang dapat mengkonversi tulisan ke media digital dengan nama Sky Wifi Smartpen. Pena tersebut bekerja dengan cara merekam setiap gerakan kedalam memori internal yang telah tertanam. Tidak hanya itu, pena pintar ini juga terintegrasi dengan komputasi awan sehingga konten dapat diakses secara remote melalui Smartphone, komputer tablet, dan PC. Pena ini juga terintegrasi penuh dengan media social dan Evernote, Ini memungkinkan penggunanya mengirim catatan digital secara nikrabel ke akunya. Selain merekam tulisan, perankat ini bisa pula digunakan untuk merekam suara. Ini membuatnya cocok bagi yang sering mengikuti rapat atau bagi para wartawan saat mewawancarai narasumber. Smartpen ini memiliki bobot dan ukuran yang lebih besar di bandinkan pena biasa. Ini karena di dalamnya telah terdapat berbagai komponen seperti kamera, memori, prosesor, wifi, serta layar berukuran kecil.





Apa system informasi yang anda ketahui ?



Mengenal system informasi

Sebagai seorng pelaku system informasi, harus mampu mengenali komponen dasar system Informasi yang harus mampu mengidentifikasi hal hal berikut: 
1.      Sumber daya
2.      Aktivitas system informasi
3.      Jenis produk informasi

Abad system infomasi

Masyarakat informasi adalah suatu masyrakar dimana lebih banyak orang bekerja dalam bidang penanganan informasi dari pada bidang pertanian dan industry.
Karakteristik abad informasi:
1.      Munculnya masyarakat berbasis informasi
2.      Bisnis tergantung pada teknologi informasi
3.      Adanya tranformasi proses kerja
4.      Re-engineers proses bisnis yang konvensional
5.      Keberhasilannya tergantung pada efektivitas pemanfaatannya
6.      Teknologi informasi melekat pada banyak produk dan pelayanan
7.      Contoh : detik.com, facebook, pulsa

System informasi

Tiga kegiatan utama system informasi (Whitten, 2000):
1.      Menerima data (masukan)
2.      Memproses data (pengolahan data)
3.      Menghasilkan informasi (keluaran)

Komponen atau sumber daya system informasi

Kombinasi antara prosuder kerja, informasi, orang, dan IT yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi

Ada 6 komponen yang menyusun sebuah system informasi:


1.      Manusia
       Meraka adalah orang-orang yang mengembangkan dan mengoperasikan  
       system informasi. Meliputi: Analisa system, pembuat software, operator 
       system.
         
2.      Hardware
       Meliputi mesin dan media. Mencakup peranti-peranti fisik seperti 
       computer dan printer.

3.      Software
       Sebuah perangkat lunak juga ikut adil dalam memproduksi sebuah 
       system informasi yang menyakut tiga hal:
       -         System
       -         Aplikasi
       -         Prosedur

4.      Prosuder
       Sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemprosesan data 
       dan pembangkit keluaran yang dikehendaki

5.      Data
       Data termasuk deskripsi produk, catatan pelanggan, file kepegawaian, 
       database persediaan

6.      Jaringan
       Meliputi media komunikasi, memproses komunikasi. Software untuk 
       akses dan pengendalian jaringan.

Aktivitas Sistem Informasi



1. Input sumber daya data
    Data mengenai transaksi bisnis dan kegiatan lainnya harus ditangkap dan 
    disiapkan untuk pemprosesan melalui aktivitas input. Input biasanya 
    terbentuk aktivitas entri data seperti pencatatan dan pengeditan.

2. Pemprosesan menjadi Informasi
    Data biasanya tergantung pada pemprosesan seperti perhitungan, 
    perbandingan, pemilihan, pengkalsifikasian, dan pengikhtisaran yang 
    bertujuan untuk mengatur, menganalisi, memanipulasi data hingga 
    mengubahnya ke dalam informasi bagi pemakai akhir.

3. Output produk sistem informasi


    Adalah hasil dari proses, pada sistem informasi atau laporan,  dan lain-lainnya 

4. Penyimpanan sumber data


    Adalah aktivitas sistem informasi tempat data dan informasi disimpan secara
    teratur untuk digunakan kemudian.

5. Pengendalian kinerja sistem


    sistem informasi harus menghasilkan umpan balik. Umpan balik ini harus 
    diawasi dan dievaluasi untuk menetapkan apakah sistem dapat memenuhi 
    standar kinerja yang telah ditetapkan



Computer Based Information system (CBIS)

Definisi CBIS
     CBIS adalah system pengolahan data menjadi suatu data menjadi sebuah
informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bntu yang
mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dn kendali serta visualisasi
dan analisis.

Pencapaian evolusi CBIS
     Pengembangan CBIS mengikuti system life cycle, yang terdiri dari siklus
hidup suatu system bisa berlangsung beberapa bulan ataupun beberapa
tahun (dalam satuan bulan atau tahun). Penentu lama dan yang bertanggung
jawab atas SDLC berulang ialah pemakai CBIS 
    Walaupun banyak orang mungkin menyumbangkan keahlian khusus 
merek untuk pengembangan system berbasis computer, pemakaian yang
bertanggung jawab atas siklus hidup system tanggung jawab untuk mengelola
CBIS ditugaskan pada manajer.

Evolusi CBIS
1. SIA (Sistem Informasi Akuntansi)
    Sistem informasi akuntansi melaksanakan akuntansi perusahaan, aolikasi ini
    ditandai dengan pengolahan data yang tinggi dan bertujuan untuk 
    mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan 
2. SIM (Sistem Informasi Manager)
    Penggunakan system informasi manajemen (SIM), yang berarti bahwa aplikasi
    computer harus diterapkan dengan tujuan utama untuk menghasilkan informasi
    manajemen
3. DSS (Decision Support System)
    System ini bertujuan untuk memberikan dukungan untuk pembuatan keputusan
    pada masalah yang semi/tidak terstruktur, memberikan dukungan pembuatan 
    keputusan kepda manager pada semua tingkat untuk membantu integrase antar
    tingakat dan meningkatkan efektifitas manager dalam pembuatan keputusan dan
    bukan peningkatan efisiennya.
4. OA (Office Automation) 
    System memiliki fungsi untuk memudahkan jenis komunikasi baik lisan maupun
    tulisan dan menyediakan informasi yang lebih baik untuk pengambilan 
    keputusan. Tujuan Office Automation yaitu penghindar biaya, pemecahan 
    masalah kelompok dan sebagai pelengkap.
5. ES (Exspert System)

    Pogram computer yang berfungsi seperti manusia yaitu memberi konsultasi 
    kepada setiap pemakai mengenai cara pemecahan masalah


Model CBIS
Cara penggunaan subsystem dalam pemecahan masalah



Elemen CBIS




Mengelola CBIS
1. Manager yang bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memilihara
    CBIS
2. Dalam beberapa situasi, manager harus dapat mengerjakan semua tugas tanpa 
     bantuan
3. Spesialis informasi memberikan bantuan Teknik jika diperlukan
4. CBIS yang dikembangkan manager harus merencanakan life cycle dan 
    kemudian mengontrol para spesialis
5. Mengontrol CBIS untuk menjaga penampilan system dengan segala 
    kemampuan setelah implementasi

Spesialis informasi
Untuk menggambarkan pegawai perusahaan yang sepenuh waktu untuk 
mengembangkan dan memilihara CBIS

Arus Komunikasi antar spesialis Informasi

Manfaat CBIS
1. Penghematan waktu (Time Saving) 
2. Penghematan biaya
3. Peningkatan efektivitas
4. Penngembangan teknologi
5. Pengembangan akuntansi


System Informasi pemasaran

Jenis system informasi berikut ini banyak diimplementasikan adalah jenis 
system informasi pemasaran. Jenis system informasi ini sangat penting
terutama bagi bagian pemasaran suatu perusahaan. System informasi
pemasaran akan membantu mencatat dan juga memberikan informasi 
penting mengenai penjualan yang telah dilakukan oleh sebuah perusahaan.
Yang meliputi:
1. Jumlah produk yang sudah terjual 
2. Produk yang laris dan banyak dipesan
3. Produk yang jarang diminati oleh pasar
4. Metode pemasaran yang tepat untuk menjual dan memasarkan suatu produk
5. Respon pasar terhadap prosuk yang diluncurkan 

System informasi pemasaran ini pada dasarnya dapa membantu User untuk:
1. Melakukan Analisa terhadap pasar (analisis pasar)
2. Membantu bagian riset dan pengembangan untuk menganalisa 
    produk-produk dari perusahaan tersebut


System informasi untuk pencegahan Covid 19












Baik lah kali ini saya akan menyampaikan system informasi yang dapat membantu 
mengatasi atau mencegah penularan covid 19 

CARA EFEKTIF AGAR TIDAK TERTULAR VIRUS CORONA 

     Coronavirus telah menyerang ribuan orang diberbagai negara dan menelan
ratusan korban jiwa. Awalnya virus ditemukan dikota Wuhan di China dan 
sekarang telah ditemu dibeberapa negara salah satunya diIndonesia mulai 
terjangkit virus ini. Penyebab dari wabah ini adalah coronavirus jenis baru yang 
disebut dengan novel coronavirus 2019 (covid 19). Penyakit ini termasuk dalam 
golongan virus yang sama dengan virus penyebab severe acute respiratory 
syndrome (SARS) dan Middle-East respiratory syndrome (MERS).
      Kali ini saya akan memberikan system informasi agar tidak dapat tertular oleh
virus corona ini dengan beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah 
infeksi virus corona, diantaranya:
1. Mencuci tangan dengan benar
    Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif 
    untuk mencegah penyebaran covid 19. 
2. Menggunakan masker
    Ada 2 tipe masker yang anda gunakan unruk mencegah penularan Virus 
    corona, yaitu masker bedah dan masker N95.
        Masker bedah atau surgical mask merupakan masker seklai pakai yang
    umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harga terjangkau, dan
    nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat
    beraktivitas sehari-hari.
        Masker N95 adalah jenis masker yang dirancang khusus untuk menyaring 
    parktikel berbahaya di udara. Jenis masker ini yang sebenarnya 
    direkomendaskan untuk pencegahan virus corona. Meski demikian masker ini
    kurang nyaman dikenakan sehari-hari  dan harganya pun relatif mahal.

    Ketika melepaskan masker dari wajah, baik masker bedah maupun masker N95,
    hindari menyentuh bagian depan masker, sebab bagian tersebut penuh dengan 
    kuman yang menempel. Setelah melepas masker, cucilah tanga dengan sabun
    atau hand sanitizer, agar tangan bersih dari kuman yang menempel.
3. Menjaga daya tahan tubuh
    Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. 
     Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, anda disarankan untuk 
     mengkonsumsi makanan sehat, seperti sayur dan buah-buahan, dan makanan 
     berprotein, seperti telur, ikan, dan daging lemak. Selain itu , rutin berolahraga, tidur
     yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa 
     meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus corona.
4. Tidak pergi ke tempat terjangkit
    Tidak hanya Tiongkok, pemyakit infeksi virus corona kini juga sudah mewabah
    ke beberapa negara lain, seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, 
    India, Amerika Serikat, dan Eropa. Virus ni juga sudah terkonfirmasi ditemukan
    dinegara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, 
    Vietnam, Filipina.
          Agar tidak tertular virus ini, Anda disarankan untuk tidak berpergian 
    ketempat-tempat yang sudah memiliki kasus infeksi virus corona atau 
    berpotensi menjadi lokasi penyebaran covid-19.
5. Coronavirus baru diduga berasal dari kelelawar dan disebarkan oleh beberapa
    hewan mamalia dan reptile. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan-
    hewan tersebut jika ingin mengkonsumsi daging atau ikan tersebut dicuci dan 
    dimasak hingga benar-benar matang. Hindari mengkonsumsi daging atau ikan 
    yang sudah tidak segar atau busuk.
    Jika anda mengalami gejala flu, seperti batuk, demam, dan pilek, yang disertai 
    lemas dana sesak napas, apabila dalam 2 minggu terakhir anda berpergian ke
    Tiangkok atau negara-negara lain yang memiliki kasus infeksi virus corona,
    segera tanyakan ke dokter agar dapat dipastikan penyebabnya dan diberikan 
    penanganan yang tepat 

Sistem Informasi ini didistribusikan melewati sosial media 
sumber : https://www.alodokter.com/ketahui-cara-untuk-mencegah-
penularan-virus-corona


Perangkat System Informasi

A. Hardware (Perangkat Keras)
     Hardware adalah salah satu komponen dari sebuah computer yang bersifat alat
     bisa dilihat dan diraba secara langsung atau yang berbentuk nyata, yang 
     berfungsi untuk mendukung proses komputerisasi. Hardware computer secara
     fungsional dibedakan menjadi empat macam perangkat (device), yaitu:
     1. Perangkat masukan (input device)
               Contoh  : keyboard, mouse, joystick, scanner, card reader, barcode, dll.
     2. Perangkat proses (process device)
            Contoh : processor, motherboard, dll.
     3. Perangkat keluaran (output device)
            Contoh : printer, speaker, monitor, platter, card reader, dll.
     4. Perangkat penyimpanan (storage device):
            Contoh : ROM, RAM, Harddisk, CD Drive, Flash Disk, dll.

B. Software (Perangkat Lunak)
     Software adalah sekumpulan data-data elektronik yang tersimpan dan diatur oleh
     computer yang berupa program atau instruksi untuk menjalankan dana 
     mengeksekusi suatu perintah. Beberapa contoh macam perangkat lunak, yaitu:
     1. Perangkat lunak aplikasi seperti pengolah kata, lembar table hitung, pemutar 
         media, dan paket aplikasi perkantoran seperti OpenOffice.org, Microsoft 
         Word, Nero, Winamp.
     2. System operasi misalnya Linux, Machintos, Windows, DOS.
     3. Perkakas pengembangan perangkat lunak (software development tool) seperti 
         kompilator untuk Bahasa pemograman tingkat tinggi seperti pascal dan Bahasa
         pemograman tingkat rendah seperti Bahasa rakitan 
     4. Pengendali perangkat keras (device drive) yaitu penghubung antara perangkat
         perangkat pembantu dan computer
     5. Perangkat lunak menetap (firmware) seperti yang dipasang dalam jam tangan
         digital fan pengendali jarak jauh
     6. Perangkat lunak bebas (free ‘libre’ software) dan perangkat lunak sumber
         terbuka (open source software)
     7. Perangkat lunak gratis(freeware)
     8. Perangkat lunak uji coba (shareware/trialware)
     9. Perangkat lunak perusak (malware)

C. Brainware (Pengguna)
     Brainware adalah tenaga manusia yang mengatur proses dan yang  
     mengoperasikan computer. Jabatan-jabatan yang umum dikalangan pemakai 
     computer antara lain:
     1. Operator
           Bertugas memasukan data, mengeluarkan hasil
     2. Programmer
           Bertugas membuat suatu program yang akan digunakan oelh suatu instansi
     3. System Analyst
           Bertugas mengidentifikasikan masalah, merencanakan dan Menyusun 
         system komputerisasi yang sesuai dengan masalah dalam bentuk diagram, 
         denah, garis besar proses, bentuk masukan dan keluaran.
     4. EDP
           Bertugas mempersiapkan rencana jangka Panjang / pendek dari 
         departemennya, menetapkan perosedur-prosedur yang harus ditempuh, dan
         menyampaikan anggaran untuk departemennya.  


PENGERTIAN SUMBER DAYA INFORMASI

            Informasi merupakan salah satu sumber utama dari perusahaan & ia dapat 
dikelola seperti halnya sumber lain. IRM (Information Resources Management) 
merupakan metodologi siklus hidup yang digunakan untuk menciptakan system yang
menghasilkan informasi yang berkualitas.
            IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi
sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan
yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, 
peralatan & manajemen.
           Agar perusahaan sepenuhnya dapat mencapai IRM, perlu adanya serangkaian 
kondisi tertentu. Kondisi-kondisi tersebut meliputi elemen-elemen IRM yang 
diperlukan adalah :
-  Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui sumberdaya informasi
   yang unggul
-  Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama.
-  Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak.

Perhatian pada sumberdaya informasi perusahaan saat membuat perencanaan strategis
dan rencana strategis formal untuk sumberdaya informasi.
-  Strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing
-  Rencana strategis formal untuk sumber daya informasi.

FUNGSI DAN PERAN MANAJERIAL

A. fungsi Manajerial :
     1. Perencanaan apa yang mereka lakukan
     2. Mengorganisasikan untuk mendukung rencana
     3. Menyusun staf dalam organisasi beserta sumberdaya yang diperlukan
     4. Pengarah untuk mewujudkan rencana
     5. Pengendalian sumberdaya

B. Peran Manajerial
     Menurut Henry Mintzberg dalam Islami Solihin (2009:05), peran manajerial dapat 
     dikelompokan menjadi 3 kategori, yaitu:

     1. Peran interpersonal (Interpersonal Roles)
         Berdasarkan status kewenangan yang dimiliki, manajerial harus melakukan 
         interaksi dengan sunber daya manusia lainnya di dalam organisasi.
         a. Peran sebagai dituakan (Figurhead Role)
         b. Peran sebagai pemimpin (Leader Role)
         c. Peran sebagai penghubung (Liaison Role)

     2. Peran pembawa Informasi (Information Role)
         Sebagai pihak yang memiliki informasi penting yang akan digunakan untuk bahan
         pengambilan keputusan, sudah menjadi tugas para manajer untuk menyebarkan
         informasi kepada para bawahannya yang relevan agar mereka memilki visi yang
         sama mengenai apa yang tengah dikerjakan atau ingin dicapai perusahaan. 

PERBEDAAN SIM DAN MIS

A. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
            Sistem Informasi Manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang
     menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu
     mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna
     meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar
     kriteria mutu yang telah ditetapkan. Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu 
     sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai 
     dengan kebutuhan yang sama. Parapemakai biasanya membentuk suatu entitas 
     organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya.

B. Manajerial Informasi Sistem (MIS)
           Manajerial Sistem Informasi (MSI) berasal dari kata Management of Information 
     System yang lazim disingkat MIS. MSI adalah mata kuliah yang mempelajari 
     cara-cara mengelola pekerjaan informasi dengan menggunakan pendekatan sistem 
     yang berdasarkan pada prinsip-prinsip manajemen. Manajemen adalah proses 
     kegiatan mengelola sumber daya manusia, material, dan metode (3M: Men, MAterial,
     Method) berdasarkan fungsi-fungsi manajemen agar tujuan dapat tercapai secara
     efisien dan efektif.